Guru
yang Melecehkan Profesinya. Ia memilih profesinya karena mengejar materi.
Guru
yang menyalahkan zaman dan mengeluhkan nasibnya. Ia pesimis disaat temannya
optimis. Ia melihat dengan mata merugi ketika temannya melihat dengan mata keberuntungan
Guru
yang hanya
mengajar. Realita siswa tidak penting baginya
Guru
mengajar karena terpaksa. “Tidak ada rotan akarpun jadi”.Tidak memahami misi dan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar